Kabulog Kalbar Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Stabil Pasca Lebaran

 

Satukalbar.Com
Pontianak, Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat, Rasiwan, S.H, memastikan kondisi pangan di wilayah Kalbar dalam keadaan aman dan terkendali pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H. Hal tersebut disampaikan Rasiwan dalam keterangan pers kepada awak media pada Kamis (2/4/2026)

Menurutnya, hingga saat ini harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern relatif stabil. “Terima kasih kepada masyarakat Kalbar. Sampai hari ini harga pangan relatif terkendali dari sisi pasokan maupun harga. Alhamdulillah kita melewati Lebaran dengan baik dan aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bulog Kalbar bersama Satgas Pangan Polda Kalbar serta instansi terkait terus melakukan pemantauan rutin di lapangan. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gejolak harga maupun hambatan pasokan.

“Bulog Kalbar tetap konsisten mengawal pergerakan harga di pasar. Kami bersama Satgas Pangan turun rutin mengecek pasokan. Alhamdulillah sampai hari ini harga stabil dan terkendali, dan akan terus kami pantau,” tegasnya.

Stok 11.400 Ton, Cukup untuk Kebutuhan dan Penugasan Pemerintah

Rasiwan menyebutkan bahwa posisi stok Bulog Kalbar saat ini mencapai 11.400 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan penugasan, termasuk bantuan pangan maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Masyarakat Kalbar tidak perlu khawatir. Ketersediaan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, sangat aman,” katanya.

Penyaluran Bantuan Pangan Berlanjut Hingga April

Bulog Kalbar juga terus melaksanakan program bantuan pangan kepada masyarakat. Setiap penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, dan penyaluran ini ditargetkan rampung pada April 2026.

“Program ini sangat membantu masyarakat pasca Lebaran. Mohon doa agar penyalurannya berjalan lancar dan tepat sasaran,” tambah Rasiwan.

Kebutuhan Harian Masih Dalam Batas Aman

Dengan jumlah penduduk Kalbar sekitar 5,8 juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras harian diperkirakan mencapai sekitar 250 ton per hari. Bulog menegaskan bahwa stok yang tersedia masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Stok di masyarakat masih mencukupi. Kami tetap mengantisipasi potensi peningkatan permintaan, namun tidak ada indikasi kelangkaan ataupun kekurangan pasokan,” jelasnya.

Ajak Masyarakat Tetap Tenang

Menutup keterangannya, Rasiwan kembali mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang menghadapi isu pangan.

“Saya berharap masyarakat Kalbar tidak khawatir terkait ketersediaan pangan. Kami siap memenuhi kebutuhan masyarakat dari sisi harga maupun pasokan,” pungkasnya.**/

Ramsyah/red

!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *