Kepala Dinas PUPR Pontianak Jelaskan Polemik Lebar Jembatan Darma Putra

 

 

Satukalbar.Com Pontianak Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Ir. Firayanta, MT, memberikan penjelasan terkait aksi demonstrasi warga yang menyoroti pembangunan Jembatan Jalan Darma Putra di Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, beberapa waktu lalu.senin,(22/12/25 )

Firayanta menegaskan bahwa polemik yang muncul di tengah masyarakat lebih disebabkan oleh perbedaan persepsi dalam cara pengukuran lebar jembatan di lapangan.

Menurutnya, kondisi eksisting lokasi jembatan tidak lurus, melainkan agak melengkung dan berbelok, sehingga jika diukur secara tegak lurus memang tampak lebih sempit.

“Lebar jembatan yang direncanakan konsultan perencana adalah berdasarkan bentang terpanjang, karena posisi jembatan ini miring. Jika diukur lurus, memang terlihat lebih kecil, padahal secara teknis sudah sesuai standar,” jelas Firayanta.

Ia menerangkan bahwa sesuai ketentuan untuk status jalan lingkungan, lebar minimal jembatan adalah 4 hingga 4,5 meter.

Sementara itu, jembatan Darma Putra dirancang dengan lebar kotor 6 meter, yang dilengkapi trotoar di sisi kiri dan kanan masing-masing selebar 40 sentimeter, termasuk ruang untuk utilitas dan pengaman lainnya.

“Kalau dihitung lebar bersihnya, itu masih sekitar 4,8 meter hingga mendekati 5 meter, jadi tidak mengurangi fungsi maupun kapasitas jalan,” tambahnya.

Firayanta juga menjelaskan bahwa jembatan lama sebelumnya tidak memiliki trotoar, sehingga masyarakat membandingkan secara visual tanpa memperhitungkan fungsi tambahan pada jembatan baru. Meski demikian, pihaknya tetap terbuka terhadap masukan warga.

Kita operasionalkan dulu. Jika nanti di lapangan ternyata ada hambatan, trotoar masih bisa dibongkar dan digeser, sehingga lebar bersih jembatan bisa disesuaikan dengan kondisi jalan eksisting,” ujarnya.

Pada tahun 2025 ini, Dinas PUPR Kota Pontianak mengerjakan tiga jembatan, yakni Jembatan Darma Putra, Jembatan Nipah kuning, dan Jembatan Purnama Agung 7.

Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai hingga akhir tahun dan dipastikan dalam kondisi aman serta tidak roboh.

Firayanta berharap masyarakat tidak menutup mata terhadap kondisi teknis di lapangan dan mengedepankan komunikasi dalam menyikapi pembangunan infrastruktur.

Pembangunan ini untuk kepentingan masyarakat. Kalau ada kendala, bisa kita selesaikan secara teknis melalui komunikasi yang baik. Jembatan Darma Putra ini masih sangat memungkinkan dilakukan penyesuaian,” pungkasnya.**/

Ramsyah/red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *