Satukalbar.Com
Kubu Raya Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Sungai Kakap, Letda Laut (T) Akhmad Khabibulloh, mengimbau seluruh masyarakat nelayan di wilayah Sungai Kakap untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang kurang bersahabat, khususnya di penghujung musim angin barat.
Hal tersebut disampaikan Letda Laut (T) Akhmad Khabibulloh kepada awak media. Senin,(19/1/2026)
Ia menjelaskan bahwa pada periode angin barat, kondisi perairan cenderung berisiko karena angin cukup kencang, arus laut kuat, serta gelombang tinggi.
“Kami sebagai TNI Angkatan Laut menghimbau kepada nelayan sebelum berangkat melaut agar benar-benar memperhatikan kondisi cuaca. Selain mengandalkan pengalaman dan pengamatan visual di lapangan, nelayan juga harus rutin memantau informasi cuaca dari BMKG,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar nelayan di Sungai Kakap telah tergabung dalam grup WhatsApp informasi cuaca yang dibagikan oleh BMKG. Namun bagi nelayan yang belum tergabung, Danposal membuka kesempatan untuk menghubungi pihaknya maupun sesama nelayan agar dapat dimasukkan ke dalam grup tersebut.
“Informasi BMKG ini sangat penting dan dibagikan setiap hari. Nelayan yang belum masuk grup bisa menghubungi kami selaku Danposal Sungai Kakap atau rekan nelayan lainnya yang sudah tergabung,” jelasnya.
Selain memantau cuaca, Danposal juga menekankan pentingnya memastikan kondisi kapal dan kelengkapan alat keselamatan sebelum melaut. Ia mengingatkan agar nelayan tidak meremehkan alat keselamatan meskipun terlihat sepele.
“Alat keselamatan itu wajib dibawa.
Jangan dianggap sepele, karena justru alat itulah yang bisa menyelamatkan nyawa saat terjadi kondisi darurat.
Ibarat mau bepergian, kita bawa mantel hujan meski ringan dan sederhana, tapi saat hujan turun sangat berguna,” tegasnya.
Terkait insiden kecelakaan laut, Letda Laut (T) Akhmad Khabibulloh menyebutkan bahwa baru-baru ini terjadi kecelakaan kapal cumi di luar wilayah Sungai Kakap akibat cuaca buruk.
Namun, selama dirinya bertugas di Sungai Kakap, belum pernah terjadi kecelakaan laut di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah selama saya bertugas di sini belum ada kecelakaan laut di wilayah Sungai Kakap.
Memang kemarin ada kapal cumi dari Jakarta yang mengalami kecelakaan dan satu awak meninggal dunia, tetapi itu di luar wilayah sini,” ungkapnya.
Ia juga mengajak nelayan untuk segera melaporkan apabila mengetahui atau mengalami kejadian darurat di laut, seperti kapal kandas, bocor, atau kecelakaan lainnya.
Jika ada informasi kecelakaan atau trouble di laut, silakan segera hubungi saya di nomor 0823 3357 0890.
Personel di sini ada empat orang termasuk saya sebagai komandan, sebelumnya lima namun satu sudah pensiun dan saat ini sedang diajukan pengganti,” pungkasnya **/
Ramsyah/red





