GMNI Kota Pontianak: BTS Sudah Tepat, namun Kondisi Halte Perlu Perhatian Serius

Satukalbar.Com
Pontianak GMNI Kota Pontianak menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam menghadirkan angkutan umum massal berbasis Bus Rapid Transit (BTS) di Kota Pontianak. Kehadiran sistem transportasi publik ini dinilai sebagai upaya positif dalam menjawab persoalan kemacetan serta ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Secara konseptual, BTS merupakan terobosan yang berada pada arah yang tepat. Sistem ini memiliki potensi besar untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih tertata, terjangkau, dan berkelanjutan apabila dijalankan secara konsisten.

BTS dapat menjadi pijakan awal bagi Kota Pontianak dalam mewujudkan transportasi publik yang layak dan
efektif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Namun demikian, GMNI Kota Pontianak juga mencatat adanya persoalan serius pada kondisi halte BTS yang saat ini dinilai kurang terawat dan belum berfungsi secara optimal. Sejumlah halte terlihat minim perawatan, fasilitas yang terbatas, serta belum memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi para pengguna. Padahal, halte merupakan bagian penting dari ekosistem transportasi publik dan menjadi titik awal interaksi masyarakat dengan layanan angkutan massal.

Kondisi halte yang kurang memadai berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap BTS sebagai moda transportasi yang layak digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tanpa perbaikan pada infrastruktur pendukung tersebut, masyarakat cenderung kembali memilih kendaraan pribadi meskipun berdampak pada kemacetan dan peningkatan polusi.

GMNI Kota Pontianak menegaskan bahwa pembangunan BTS tidak boleh berhenti pada aspek pembangunan fisik semata. Perhatian serius terhadap perawatan dan pengelolaan halte, termasuk peningkatan fasilitas, penyediaan informasi rute dan jadwal, serta aspek kebersihan dan keamanan, harus menjadi prioritas dalam pengembangan BTS ke depan.

Infrastruktur yang terkelola dengan baik akan menciptakan pengalaman pengguna yang positif dan mendorong pemanfaatan layanan secara maksimal.
Transportasi massal bukan hanya soal armada dan sistem teknis, melainkan juga soal kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, GMNI Kota Pontianak mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi halte dan segera memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.

“GMNI Kota Pontianak tetap mendukung keberadaan BTS sebagai solusi mobilitas perkotaan yang progresif. Namun dukungan tersebut harus diiringi dengan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya terkait kondisi halte. Layanan publik yang baik adalah layanan yang dibangun untuk masyarakat, bukan sekadar simbol pembangunan,” ujar Rama Arta, Sekretaris Cabang GMNI Kota Pontianak.**/

Ramsyah/red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *