Satukalbar.Com KUBU RAYA Pemerintah Desa (Pemdes) Pematang Tujuh, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya terhadap pembangunan infrastruktur desa, khususnya penyelesaian jalan utama Desa Pematang Tujuh yang kini telah rampung.
Kepala Desa Pematang Tujuh, Surjana, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jalan utama desa yang selama ini menjadi akses vital masyarakat. Menurutnya, pembangunan tersebut sangat membantu mobilitas warga dan meningkatkan aktivitas ekonomi desa.selasa,(16/12/25)
“Alhamdulillah jalan utama Desa Pematang Tujuh sudah selesai. Tinggal jalan-jalan lingkungan yang mengarah ke permukiman warga dan ke sekolah yang masih perlu perhatian,” ujar Surjana.
Ia menjelaskan, sejumlah jalan lingkungan menuju Sekolah Dasar (SD) masih berupa tanah dan menjadi licin saat musim hujan. Kondisi ini kerap membahayakan para orang tua yang mengantar anak-anak ke sekolah, bahkan tidak jarang menyebabkan terpeleset.
Selain jalan lingkungan, Surjana juga menyoroti kondisi jembatan penghubung antara wilayah Sukadamai dan Sepakat Maju yang saat ini dalam keadaan rusak dan patah. Jembatan tersebut merupakan aset milik kabupaten sehingga Pemdes tidak dapat membangunnya secara langsung.
“Jembatan itu akses penting bagi anak-anak sekolah. Ada orang tua yang memilih memutar lebih jauh agar anaknya tidak melewati air karena khawatir terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat segera ditangani karena sangat dibutuhkan untuk keselamatan dan kenyamanan anak-anak sekolah serta masyarakat sekitar.
Surjana juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan masih terdapat sekitar 3 hingga 4 kilometer jalan lingkungan yang memerlukan pembangunan atau peningkatan kualitas. Untuk jalan-jalan kecil dan gang, Pemdes selama ini berupaya membangunnya secara bertahap melalui Dana Desa dengan konsep efisiensi anggaran, seperti pembangunan jalan dan jembatan kecil yang kokoh namun tidak boros biaya.
“Prinsipnya bagaimana anggaran bisa dihemat, tapi pembangunan bisa menjangkau lebih banyak titik,” katanya.
Ia menilai kinerja Bupati Kubu Raya sangat luar biasa karena pembangunan tidak hanya terfokus pada satu desa, melainkan merata ke ratusan desa di Kabupaten Kubu Raya yang jumlahnya mencapai lebih dari 120 desa.
“Kami memahami keterbatasan anggaran. Pak Bupati juga tidak hanya mengandalkan APBD, tapi berupaya mencari sumber pendanaan lain demi pembangunan daerah,” tambahnya.
Di sisi lain, Surjana menegaskan bahwa Dana Desa saat ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia, seperti pencegahan stunting, ketahanan pangan, dan layanan kesehatan. Bahkan, Posyandu Desa Pematang Tujuh tercatat sebagai salah satu yang terbaik di Kabupaten Kubu Raya.
“Kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Alhamdulillah Posyandu kami termasuk yang terbaik se-kabupaten,” tuturnya.
Meski demikian, Surjana menegaskan bahwa sebagai pemerintah desa, pihaknya akan terus menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah, khususnya terkait jalan lingkungan dan akses menuju sekolah.
“Namanya anak kepada bapaknya, tentu akan terus meminta. Jalan lingkungan dan akses anak sekolah adalah kebutuhan mendesak yang perlu perhatian bersama,” pungkasnya.
Dadang/red





