Pemdes Madura Apresiasi Pembangunan Infrastruktur di Era Bupati Kubu Raya
Satukalbar.Com Kubu Raya Kalimantan Barat
Pemerintah Desa Madura, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat signifikan sejak kepemimpinan Bupati Kubu Raya saat ini.
Pemdes Madura menyebutkan bahwa sejak awal menjabat, Bupati Kubu Raya langsung bergerak cepat atau tancap gas dalam merealisasikan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan di wilayah Teluk Pakedai. Tercatat, pembangunan dilakukan melalui dua tahap anggaran dengan total mencapai sekitar Rp2,5 miliar, ditambah dukungan material sekitar 400 kilogram, sehingga hasil pembangunan jalan dapat menjangkau wilayah yang cukup panjang, Selasa ( 16/13/25)
“Alhamdulillah, dengan adanya Bupati baru ini, wilayah Teluk Pakedai bisa langsung terbangun. Kami sangat salut, karena meskipun di wilayah ini beliau secara suara kalah saat Pilkada lalu, namun beliau tidak membedakan daerah menang atau kalah. Yang beliau pegang adalah asas keadilan dan pemerataan pembangunan,” ujar perwakilan desa.
Ia menjelaskan, meski spesifikasi jalan di desa menggunakan konstruksi dengan ukuran yang lebih ringan dibandingkan wilayah perkotaan, hal tersebut dilakukan agar panjang jalan yang dibangun bisa lebih maksimal dan merata dirasakan masyarakat.
Pemdes Madura juga menyampaikan bahwa Bupati Kubu Raya telah menargetkan penyelesaian jalan poros Teluk Pakedai serta jalan lingkungan pada tahun 2026. Saat ini, sekitar 85 persen jalan dengan lebar yang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat telah terealisasi.
“Target kami ke depan, tahun depan jalan besar di Desa Madura sudah selesai semua. Untuk jalan kecil memang masih ada, tapi itu tidak menjadi masalah, yang penting akses utama masyarakat sudah terbuka,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Pemdes Madura juga menyoroti upaya penanganan stunting. Menurutnya, kasus stunting di desa tersebut terus mengalami penurunan. Sebagian besar anak yang masuk kategori stunting di Desa Madura bukan disebabkan kekurangan gizi, melainkan faktor tinggi badan.
“Anak-anak di sini sehat-sehat, hanya tinggi badannya saja yang masuk kategori stunting. Kalau memang ada stunting karena kurang gizi, itu langsung kami tangani secara khusus,” jelasnya.
Pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran desa untuk penanganan stunting, termasuk melalui program makanan bergizi, pemanfaatan dana kesehatan sekitar 20–30 persen, serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sekitar 10 persen. Hingga saat ini, Pemdes memastikan penyaluran anggaran berjalan sesuai ketentuan dan tidak terdapat Silpa.
Dengan berbagai program tersebut, Pemdes Madura berharap pembangunan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat terus berlanjut demi kesejahteraan warga desa.**/
Ramsyah/red





