Pontianak Fans 1970 Layangkan Ultimatum: Tuntut Reformasi Total Manajemen Persipon dan Dukungan Pemkot

Satukalbar.Com
PONTIANAK, 1 Februari 2026 – Kelompok suporter setia Persipon, Pontianak Fans 1970, secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas menyusul pertemuan audiensi dengan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Pontianak. Gerakan ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas kondisi klub kebanggaan warga Pontianak yang dianggap jalan di tempat tanpa struktur yang profesional dan tidak jelas.

Dalam pernyataan resminya, Pontianak Fans 1970 membawa dua tuntutan utama hasil pertemuan tersebut:
1. Membenahi total manajemen kepengurusan Persipon agar lebih profesional dan transparan.
2. Mendesak Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan dukungan penuh secara nyata terhadap segala agenda olahraga di Pontianak, khususnya sepak bola melalui Persipon.

Selain dua tuntutan utama, suporter juga menyodorkan lima poin krusial yang wajib dipenuhi oleh manajemen Persipon pada musim mendatang:
• Transparansi & Struktur: Suporter menuntut kejelasan laporan keuangan dan pemisahan wewenang. Ketua Askot diminta fokus7 pada federasi, sementara Persipon harus dikelola oleh manajemen mandiri yang profesional.
• Roadmap Teknis: Manajemen wajib memaparkan visi jangka panjang dan menunjuk Direktur Teknik (Dirtek) untuk menjamin keberlangsungan pembinaan usia dini agar tim tidak “bubar jalan” setiap kompetisi usai.
• Fasilitas & Kesejahteraan: Menjamin ketersediaan lapangan latihan yang layak serta bertanggung jawab penuh atas jaminan kesehatan dan pemulihan pemain yang cedera.
• Komersialisasi & Citra: Optimalisasi pencarian sponsor, pengelolaan merchandise, dan perbaikan komunikasi di media sosial untuk merangkul basis pendukung.
• Pertanggungjawaban: Jika poin-poin di atas tidak terealisasi, manajemen harus bersedia dievaluasi secara terbuka dan menerima konsekuensi sesuai kesepakatan audiensi.

Perwakilan Pontianak Fans 1970 menegaskan bahwa langkah ini diambil murni sebagai bentuk cinta dan kepedulian terhadap eksistensi Persipon.
“Evaluasi dan tuntutan ini lahir dari keresahan kami yang ingin melihat Persipon kembali berjaya. Kami tidak ingin klub ini hanya sekadar numpang lewat di kompetisi tanpa arah yang jelas. Ini adalah bentuk cinta kami sebagai putra daerah terhadap identitas sepak bola Kota Pontianak,” ujar itung perwakilan Pontianak Fans 1970.

Suporter berharap Pemerintah Kota Pontianak tidak menutup mata, mengingat sepak bola adalah instrumen pemersatu warga dan kebanggaan daerah yang memerlukan sinergi antara manajemen klub, pemerintah, dan masyarakat.

Kami tidak akan berhenti di sini. Pontianak Fans 1970 akan menyurati Kembali jadwal pertemuan kedua yang harus dihadiri langsung oleh Ketua Askot PSSI Pontianak dan Walikota Pontianak.
“Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh kehadiran Walikota dan Ketua Askot untuk duduk bersama memberikan kepastian. Jika pertemuan ini diabaikan, jangan salahkan jika gelombang protes akan semakin besar. Ini bukan sekadar sepak bola, ini soal harga diri kota!” tegas Fauzan perwakilan Pontianak Fans 1970.

Rilis ini dikeluarkan oleh Pontianak Fans 1970. Gerakan ini murni atas dasar cinta dan darah untuk klub Persipon. Kami adalah putra daerah yang tidak akan membiarkan warisan sepak bola kota ini hancur karena ego elit dan manajemen yang bobrok.**/

Ramsyah/red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *