Satukalbar.Com
SANGGAU –13/8/26 Pembangunan Jalan Nasional Lintas Batas di wilayah Kalimantan Barat terus menunjukkan progres signifikan. Proyek strategis Pembangunan Jalan SP Balai Karangan – Rasau 1 dan Rasau 2 di Kabupaten Sanggau senilai Rp88 miliar kini menuai apresiasi luas dari masyarakat setempat yang telah lama mendambakan akses transportasi yang layak.
Akses infrastruktur yang representatif ini dinilai menjadi angin segar bagi urat nadi perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Seorang warga yang ditemui di lapangan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas realisasi proyek ini. Menurutnya, keberadaan jalan tersebut berdampak langsung pada kelancaran mobilitas barang dan jasa.
Masyarakat berharap pengerjaan proyek dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti hingga selesai. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, aktivitas pengerjaan fisik di lapangan terus dikebut.
Proyek strategis ini dikerjakan oleh dua kontraktor berbeda dengan menggunakan skema kontrak tahun jamak (multi-years contract). Pembagian kerja ini sengaja dilakukan untuk memastikan efisiensi dan ketepatan waktu pengerjaan.
Paket pertama pengerjaan jalan diamanahkan kepada PT ST dengan nilai kontrak mencapai Rp45,5 miliar. Sementara itu, paket kedua dipercayakan kepada PT NSM dengan nilai investasi sebesar Rp42,8 miliar.
Kedua penyedia jasa ini telah memulai seluruh tahapan konstruksi sejak Januari 2026.Pendanaan mega proyek perbatasan ini bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Adapun kendali teknis dan pengawasan di lapangan berada di bawah tanggung jawab Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Paralel Perbatasan Nanga Badau – Entikong – Aruk – Temajok, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalimantan Barat.**/
(Redd)





