Satukalbar.Com
PONTIANAK, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melalui BPBD terus memantau perkembangan cuaca di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Kalbar berpotensi mengalami hujan pada Sabtu (3/10/2026).
Ketua Satgas Informasi BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di 10 wilayah.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Melawi, Mempawah, Sambas, Sekadau dan Sintang.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi hujan harian di Kalbar pada hari ini akan terjadi hujan ringan di Kabupaten Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Melawi, Mempawah, Sambas, Sekadau dan Sintang,” ujar Daniel, Sabtu (3/10/2026).
Sementara itu, hujan dengan kategori sedang berpotensi terjadi di empat wilayah, yakni Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Landak dan Sanggau.
Daniel menyebut tidak ada satu pun wilayah di Kalimantan Barat yang masuk dalam prakiraan hujan dengan kategori lebat maupun sangat lebat.
“Masuk dalam kategori sedang itu di Bengkayang, Kapuas Hulu, Landak dan Sanggau. Tidak ada daerah satu pun yang masuk dalam kategori hujan lebat dan sangat lebat,” jelasnya.
Informasi potensi hujan tersebut menjadi salah satu bahan pemantauan Pemprov Kalbar dalam menghadapi perkembangan karhutla. Data cuaca juga menjadi dasar bagi Satgas dalam menyesuaikan operasi penanganan di lapangan.
Selain memantau potensi hujan, Pemprov Kalbar melalui BPBD tetap menjalankan operasi darat dan udara untuk mengantisipasi titik api. Pemantauan dilakukan berdasarkan perkembangan data BMKG, satelit serta laporan dari tim di lapangan.
Kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi udara, termasuk patroli, water bombing maupun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).**/
(Ramsyah)





