Maman Suratman Ajak Masyarakat Kalbar Rawat Persaudaraan dan Tebarkan Kesejukan

 

Satukalbar.Com
MEMPAWAH – Maman Suratman, salah seorang masyarakat Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, mempererat tali silaturahmi, serta menebarkan kesejukan demi menjaga keamanan, ketenangan, dan ketenteraman di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Maman Suratman pada Senin (26/10/2026). Ia menilai, Kalimantan Barat merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Menurut saya, yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita sebagai warga Kalimantan Barat tetap merawat persaudaraan dan menebarkan kesejukan. Kalimantan Barat ini milik kita bersama. Setiap warga berhak mendapatkan rasa aman, ketenangan, dan ketenteraman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Maman menegaskan, untuk menjaga situasi tetap kondusif, semua pihak perlu mengedepankan sikap saling memahami, berjiwa besar, serta tidak mudah terpancing oleh berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan provokasi, mengompori pihak lain, maupun membangun asumsi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya disikapi secara bijaksana dengan tetap menghormati hukum yang berlaku.

“Semua pihak harus bisa memaklumi dan berjiwa besar terhadap peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Jangan sampai kita justru memperkeruh suasana dengan provokasi atau melakukan tindakan yang melampaui batas hukum. Mari kita kedepankan kepala dingin dan sikap saling menghormati,” katanya.

Dorong Dialog untuk Menjaga Kondusivitas

Lebih lanjut, Maman berpandangan bahwa dialog terbuka dan interaktif perlu dilakukan sebagai langkah membangun komunikasi, mencari solusi, serta mencegah kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Dialog tersebut, menurutnya, perlu melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat hingga tingkat bawah, termasuk pihak rektorat, dekanat, serta para dosen di perguruan tinggi yang ada di Kota Pontianak.

Ia berharap, melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif, seluruh pihak dapat saling mendengarkan, memahami sudut pandang masing-masing, serta menemukan jalan keluar yang mengedepankan kepentingan bersama.

“Ke depan, perlu ada dialog interaktif yang melibatkan semua pihak, mulai dari Forkopimda Kalimantan Barat hingga unsur terkait di daerah, termasuk pihak rektorat, dekanat, dan dosen-dosen di Kota Pontianak. Dengan dialog, kita bisa membangun pemahaman bersama dan menjaga suasana tetap sejuk,” ungkapnya.

Kalbar Rumah Bersama

Maman kembali mengingatkan bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan modal penting dalam membangun Kalimantan Barat yang aman, maju, dan sejahtera.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan yang selama ini telah terjalin.

“Kita hidup berpijak di tanah yang sama, menghirup udara yang sama, dan minum dari aliran air yang sama. Karena itu, mari kita jaga kebersamaan dan kekompakan masyarakat Kalimantan Barat,” tuturnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil peran dalam menjaga kedamaian, mengedepankan sikap saling menghormati, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Maman menutup pesannya dengan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kalimantan Barat sebagai rumah bersama, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Kalau kita mampu menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi, dan menebarkan kesejukan, saya yakin Kalimantan Barat bisa menjadi daerah yang semakin maju, aman, dan masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.**/

(Ramsyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *