Satukalbar.Com Mempawah
MEMPAWAH – Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat–Karya Ilmiah (PKM-KI). PKM-KI Kelompok 5 dilaksanakan pada 17–19 Oktober 2026 dengan melibatkan dua mitra strategis, yakni Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, dan BMT-UGT Nusantara Mempawah sebagai mitra dari sektor lembaga keuangan syariah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pengembangan karya ilmiah. Melalui program tersebut, mahasiswa Pascasarjana IAIN Pontianak didorong untuk menerapkan keilmuan secara langsung, membangun kemitraan dengan lembaga terkait, serta mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi dengan KUA Kecamatan Sungai Kunyit dan BMT-UGT Nusantara Mempawah membuka peluang penguatan edukasi keislaman, literasi keuangan syariah, dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi ini juga menjadi langkah untuk mendekatkan dunia akademik dengan praktik pelayanan keagamaan dan aktivitas ekonomi syariah di tengah masyarakat.
Menghubungkan Ilmu Pengetahuan dengan Kebutuhan Masyarakat
PKM-KI bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan sosial dan menerapkan pengetahuan berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui interaksi dengan mitra, mahasiswa dapat memperluas pemahaman mengenai kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi lintas kelembagaan, serta merumuskan pendekatan pengabdian yang lebih kontekstual.
KUA Kecamatan Sungai Kunyit memiliki peran penting dalam pelayanan dan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. Sementara itu, BMT-UGT Nusantara Mempawah menjadi mitra yang relevan dalam pengembangan wawasan mengenai ekonomi dan keuangan syariah.
Keterlibatan kedua mitra tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan keuangan, aktivitas muamalah, dan pemanfaatan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Melalui pendekatan kolaboratif, pengabdian diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta kegiatan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan program lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Menguatkan Aksi Nyata dan Keberlanjutan Program
Salah satu hal penting dalam pelaksanaan PKM-KI adalah memastikan bahwa pengabdian tidak berhenti ketika kegiatan lapangan selesai. Oleh karena itu, keberlanjutan menjadi bagian penting yang perlu dikembangkan melalui kerja sama antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan lembaga mitra.
Aksi nyata pasca kegiatan dapat diarahkan pada beberapa langkah strategis.
Pertama, penguatan literasi keuangan syariah. Edukasi dapat dikembangkan melalui penyebaran materi sederhana mengenai prinsip dasar keuangan syariah, pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan kebutuhan, serta pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Materi edukasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman masyarakat agar mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, edukasi bagi generasi muda atau Gen Z. Generasi muda perlu memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak, mengenali risiko keputusan finansial, dan memahami prinsip transaksi yang bertanggung jawab. Kolaborasi dengan mitra dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kegiatan edukasi yang komunikatif dan sesuai dengan karakter generasi digital.
Ketiga, penguatan sinergi dengan lembaga mitra. Hubungan dengan KUA Kecamatan Sungai Kunyit dan BMT-UGT Nusantara Mempawah dapat dilanjutkan melalui komunikasi berkala, identifikasi kebutuhan masyarakat, serta perencanaan kegiatan edukasi atau pendampingan berikutnya. Dengan koordinasi yang baik, program pengabdian berpeluang dikembangkan sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing mitra.
Keempat, penyebarluasan hasil karya ilmiah. Hasil kajian dan pembelajaran selama kegiatan dapat dirangkum dalam bentuk laporan, artikel ilmiah, materi edukasi, atau rekomendasi program. Dengan cara ini, hasil PKM-KI tidak hanya menjadi dokumentasi akademik, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan lembaga terkait.
Kelima, evaluasi manfaat dan tindak lanjut. Keberlanjutan program perlu didukung evaluasi sederhana untuk mengetahui kebutuhan masyarakat, pemahaman yang berkembang, serta peluang perbaikan kegiatan. Hasil evaluasi dapat menjadi dasar bagi Kelompok 5 dan mitra untuk menyusun kegiatan berikutnya yang lebih tepat sasaran.
Langkah-langkah tersebut merupakan arah pengembangan yang dapat disesuaikan dengan hasil kegiatan dan kesepakatan bersama mitra. Dengan perencanaan yang terukur, PKM-KI diharapkan dapat berkembang menjadi program yang berkesinambungan dan memberikan manfaat lebih luas.
Memberdayakan Masyarakat dan Mempersiapkan Gen Z
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, masyarakat membutuhkan akses terhadap informasi yang benar, keterampilan pengambilan keputusan, dan kemampuan beradaptasi. Generasi Z, khususnya, perlu didukung agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, mengembangkan literasi keuangan, serta memahami nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial.
Dalam konteks tersebut, pengabdian berbasis keilmuan dapat menjadi sarana untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan generasi muda dan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan membantu membangun kesadaran mengenai pentingnya perencanaan masa depan, pengelolaan keuangan, dan penerapan prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan.
Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini berpotensi memperluas wawasan dan membuka akses terhadap informasi yang bermanfaat. Bagi mahasiswa, PKM-KI menjadi pengalaman pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, analisis masalah, dan pengembangan solusi berbasis kajian ilmiah.
Dengan demikian, manfaat pengabdian diharapkan tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mendorong tumbuhnya inisiatif masyarakat untuk menerapkan pengetahuan dan mengembangkan potensi lokal.
Pascasarjana IAIN Pontianak, Pilihan Studi Lanjut untuk Mengembangkan Kompetensi
Komitmen Pascasarjana IAIN Pontianak terhadap pengembangan ilmu dan pengabdian masyarakat juga didukung oleh penyelenggaraan pendidikan jenjang magister dan doktor. Pendidikan pascasarjana memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperdalam keilmuan, meningkatkan kompetensi profesional, mengembangkan penelitian, dan memperluas kontribusi sosial.
Pascasarjana IAIN Pontianak menawarkan lima program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa:
Magister Ekonomi Syariah (S2) – untuk memperdalam kajian ekonomi syariah, keuangan Islam, dan pengembangan ekonomi yang berlandaskan prinsip syariah.
Magister Pendidikan Agama Islam (S2) – untuk meningkatkan kompetensi pendidik, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperkuat kualitas pendidikan agama Islam.
Magister Studi Islam (S2) – untuk mengembangkan kajian keislaman secara akademik, kritis, dan interdisipliner dalam merespons persoalan kontemporer.
Magister Pendidikan Bahasa Arab (S2) – untuk memperkuat kompetensi bahasa Arab, metodologi pembelajaran, dan inovasi pendidikan bahasa Arab.
Doktor Studi Islam (S3) – untuk mengembangkan penelitian mendalam, menghasilkan kontribusi ilmiah, dan memperluas pengembangan studi Islam melalui kajian akademik tingkat doktoral.
Kelima program studi tersebut membuka ruang bagi calon akademisi, pendidik, peneliti, praktisi, dan profesional untuk meningkatkan kapasitas diri. Pendidikan pascasarjana diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan gagasan, menghasilkan karya ilmiah, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Melalui PKM-KI, Pascasarjana IAIN Pontianak juga menegaskan bahwa proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi turut mendorong penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Dari Kampus untuk Masyarakat
PKM-KI Kelompok 5 Pascasarjana IAIN Pontianak bersama KUA Kecamatan Sungai Kunyit dan BMT-UGT Nusantara Mempawah menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang produktif antara perguruan tinggi dan lembaga mitra.
Ke depan, pengembangan program diharapkan dapat diarahkan pada edukasi berkelanjutan, penguatan literasi keuangan syariah, penyebarluasan hasil karya ilmiah, dan kegiatan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan program perlu ditopang oleh komunikasi yang berkesinambungan, pembagian peran yang jelas, serta evaluasi terhadap manfaat kegiatan.
Semangat ini sejalan dengan komitmen Pascasarjana IAIN Pontianak untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana pemberdayaan dan pengabdian. Melalui pendidikan S2 dan S3, penelitian, serta kolaborasi dengan berbagai mitra, perguruan tinggi diharapkan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, mandiri, dan berdaya saing.**/
(Ramsyah)





