Satukalbar.Com
PONTIANAK – Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp40 miliar yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga saat ini, sekitar Rp13,16 miliar atau 32,90 persen dari total Banpres tersebut telah diserap oleh sejumlah perangkat daerah, dan instansi terkait.
Khusus di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, anggaran yang telah digunakan mencapai sekitar Rp2,73 miliar. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, anggaran tersebut terutama digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional petugas yang berada di lapangan.
“Kalau untuk masalah bantuan dari pemerintah pusat, khusus di BPBD sendiri kami hanya mengajukan ataupun menggunakan dana tersebut untuk operasional-operasional penggunaan kami,” kata Ridwan.
Anggaran itu antara lain digunakan untuk memenuhi uang harian, uang lelah, dan uang makan petugas pemadam karhutla. Selain itu, dana juga digunakan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mesin pompa air yang digunakan dalam penanganan karhutla.
Tak hanya operasional, BPBD Kalbar juga mengalokasikan sebagian anggaran untuk membeli mesin pemadam karhutla. Peralatan tersebut nantinya diserahkan atau dipinjamkan kepada kabupaten yang tidak mendapatkan Banpres secara langsung.
Ridwan menyebut empat kabupaten menjadi fokus dukungan tersebut, yakni Mempawah, Landak, Sekadau, dan Sanggau.
“Empat kalau tidak salah saya itu yang tidak mendapat Banpres, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Landak, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau. Nah itu kami fokuskan untuk di kabupaten tersebut,” ujarnya.
Selain itu, BPBD Kalbar juga membeli mesin pemadam untuk mendukung desa-desa tangguh bencana yang selama ini menjadi binaan BPBD. Ridwan menegaskan, penggunaan anggaran di BPBD memang lebih difokuskan pada kebutuhan mesin pemadam, dan operasional penanganan karhutla. Sementara perangkat daerah lainnya diarahkan mengajukan kebutuhan sesuai peruntukan, termasuk dukungan untuk kabupaten/kota lainnya.**/
(Ramsyah)





